Thursday, March 27, 2008

Agar Cermat dalam Pengeluaran

Pagi semuaa....
Buka Outlook dan baca imel adalah aktivitas utama sesampainya di kantor.
Iseng2 baca berita dari liputan6 dot kom, eh ada yang tentang gmana caranya mengatur keuangan..
Siapa tau berguna.. (khususnya buat para wanita penggemar kartu plastik..hehehehhee...)

Liputan6.com, Jakarta: Lebih besar pasak daripada tiang. Peribahasa ini sepertinya tengah melanda sebagian besar masyarakat Indonesia. Betapa tidak, berbagai harga kebutuhan pokok meningkat. Belum lagi harga bahan bakar minyak yang semakin melangit. Namun angka gaji alias pendapatan tidak berubah. Tetapi jangan khawatir. Konsultan keuangan Ligwina Hananto memiliki pemecahan untuk mengatasi hal ini.

Menurut dia, setiap gaji yang diterima harus dialokasikan dalam empat bagian, 10, 20, 40, 30. Demikian Ligwina menjelaskan dalam dialog Liputan 6 Pagi, Jumat (28/3). Sepuluh persen untuk menabung atau investasi dan 20 persen untuk cicilan utang. Sementara pengeluaran rutin rumah tangga seperti transportasi, membantu keluarga, biaya sekolah anak masuk pada alokasi 40 persen. Sisanya, 30 persen disisihkan untuk gaya hidup atau life style.

Selain itu, Ligwina juga menekankan hal penting lainnya, yaitu rencana keuangan pendidikan anak. Dia menambahkan, reksadana merupakan jenis investasi yang tepat. Selain fleksibel, dana reksadana juga bisa masuk dan keluar kapanpun sesuai keinginan nasabah.

Untuk masalah pendidikan, Lgiwina menyarankan ada baiknya orang tua juga meriset dahulu biaya di sekolah yang dicita-citakan sang anak. Caranya hitung kenaikannya saat si anak masuk sekolah, yakni sebesar 20 persen per tahun. "Ini adalah asumsi yang digunakan perencana keuangan untuk menghitung inflasi biaya sekolah swasta di Jakarta," tutur Ligwina.(YNI)





Well Adara,
Warning for u...hehehehhehe :D

Sunday, March 23, 2008

Buang Perasaan Negatif

Pikiran positif dan rasa percaya diri adalah kunci dari pribadi yang selalu tampil bersemangat dan memikat banyak orang di sekitarnya. Penampilan menarik bukan semata-mata soal fisik, tapi lebih kepada cara Anda memandang diri sendiri.

Bicara soal penampilan yang menarik, bukan cuma “perangkat luar” seperti bentuk tubuh atau busana dan make-up Anda saja yang harus up to date. Ada yang jauh lebih penting: kepercayaan diri dan kemampuan menerima diri apa adanya.

Tak percaya?
Coba bandingkan dua kondisi ini. Seorang wanita cantik dengan penampilan fashionable namun wajahnya menyimpan stres dan kegugupan, dengan wanita yang penampilannya biasa saja, namun matanya bersinar cerah, senyumnya mengembang dan “pede” dalam menghadapi berbagai situasi. Mana yang lebih menarik?

Percaya atau tidak, sikap seseorang sangat menentukan respon orang lain terhadap dirinya. Dalam buku The Secret, tertulis istilah “law of attraction” yang intinya menyebutkan bahwa pikiran seseorang –positif atau negatif— akan “menarik” respon yang serupa dari orang lain. Jadi jika Anda percaya diri dan merasa menarik, maka orang lain pun akan melihat Anda sebagai pribadi yang menarik, percaya diri dan enak untuk diajak berinteraksi.

Kathy Freston, penulis buku tentang tentang relationship, The One, menceritakan pengalamannya tentang hal ini. Saat ia masih dilingkupi berbagai ketidakpuasan pada diri sendiri, ia kerap terjerumus dalam hubungan cinta dengan pria-pria yang “salah”, bahkan ada yang melakukan kekerasan mental dan verbal padanya. Kehidupan cintanya berubah total saat ia telah berdamai dengan dirinya dan menjadi pribadi yang lebih bahagia dan percaya diri. Saat itulah ia bertemu dengan pria yang kemudian menjadi suaminya. “Saat melihat suami saya pertama kalinya, ia terlihat sebagai sosok yang bahagia. Aura bahagianya itu bahkan melingkupi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Banyak keuntungan yang Anda dapat dari berpikiran positif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pikiran positif berkaitan erat dengan kesehatan yang lebih baik. Orang yang berpikiran positif pun memiliki lebih banyak teman dan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi masalah dan stres. Lebih dari itu, sikap ini juga memberi efek positif pada orang-orang yang ada di sekitar Anda.

Pertanyaan Anda berikutnya mungkin adalah bagaimana caranya membangun pikiran positif ini? Semua dimulai dengan pencitraan diri yang positif, yaitu dengan menumbuhkan rasa cinta pada diri sendiri dan mensyukuri kualitas yang Anda miliki. Langkah pertama, lupakan saja standar-standar fisik. Rasa cinta ini tak ada hubungannya dengan apa yang Anda lihat di depan cermin. Misalnya bentuk tubuh, berat badan, ataupun kehalusan kulit.

Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna dan jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Fokuskan saja pada kualitas dan kemampuan yang Anda miliki. Mungkin tubuh Anda tak seindah model, tapi Anda punya senyum menawan dan keramahan yang membuat Anda memiliki banyak sahabat. Anda mungkin tak memiliki karier sesukses sahabat Anda, tapi Anda punya bakat melukis yang dikagumi keluarga dan teman. Coba ingat-ingat pujian apa yang pernah dilontarkan pada Anda. Dengan memfokuskan diri pada kelebihan yang Anda miliki, akan lebih mudah membentuk citra diri yang positif.

Cara lain, pupuklah hal-hal yang mahir Anda lakukan. Jika suka membuat kue, kenapa tak menghadiahkan kue buatan Anda pada teman atau kerabat yang berulang tahun? Bila suka jadi sukarelawan, cari kesempatan di organisasi atau komunitas yang memerlukan bantuan. Melakukan hal yang Anda sukai dan membantu orang lain akan membantu membangun rasa percaya diri Anda.
Dengan pikiran positif, Anda tak hanya lebih sehat dan piawai menghadapi masalah, namun juga menyenangkan orang lain dan tampil sebagai orang yang menarik dan menyenangkan. Mulailah sekarang juga!

Sumber : Sahabat Nestle